Hai gan, sudah lama juga saya tidak ngeblog. Kangen rasanya saya tidak memposting 1 hari sajah, rasa keinginan sih kepingini ngeblog tiap hari :D.
Tidak kusangka 1 hari tidak menyapa kalian rasanya kaya punya utang numpuk pada kalian haha :D.
kini saya hadir kembali menyapa anda dengan membawakan ilmu pengetahuan yang akan saya sampaikan kepada anda gan.
okey langsung sajahlah gan tidak usah banyak ini,itu,apa segalalah hee.
Ga usah banyak panjang lebar langsung ajah yuuk saya akan bahas tentang dalam sebuah perubahan dalam diri sendiri yang menghasilkan buah.
Tapi bukan buah untuk dimakan ya gan hee :D, oke langsung sajah saya akan membahasnya.
Bertumbuh dan berbuah merupakan dua hal yang tidak akan terpisahkan. Bila kita tidak dapat bertumbuh dalam hal apapun bila kita tidak bersedia untuk berubah. Pertumbuhan itu sendiri adalah perubahan dari sekiyan bentuk kebentuk yang baru.
Suatu perubahan biasanya menurut bayaran yang tidak biasa, bahkan pula sering kali meninggalkan rasa sakit.
Seseorang anak yang ingin naik kelas bersedia belajar sungguh-sungguh. Apa lagi pada saat ingin menjelang ujian, ia harus belajar lebih dari porsi yang biasanya.
Itu semua adalah sebuah konsekuensi dari kemajuan yang diinginkannya. Seseorang atlet yang ingin meningkatkan kerirnya, menangkan kejujuran harus bersedia terus berlatih dengan keras. Semua ini harga dari perubahan yang diinginkannya.
Tidaklah pernah akan mungkin kalau tidak ada sebuah kemajuan apabila tidak ada sebuah perubahan.
Kita dapat belajar dari hewan yang satu ini yaitu kupu-kupu. Pada awalnya sih dia berwujud seperti telur yang menggantung, sesuatu yang tidak enak untuk dipandang.
Lalu dia menetas menjadi sebuah ulat yang sangat rakus dan selalu dimakan. Sampai pada akhirnya menjadi kepompong yang selalu mendiamkan diri.
Dari sanahlah dia menjadi kupu-kupu yang sangat indah dan bisa kita nikmati keindahannya.
Dalam perjalanan hidup kita pun harus seperti kupu-kupu, harus mengalami perubahan jika ingin hidup kita seperti kupu-kupu yang indah itu.
Tapi sayangnya, Banyak orang yang bermimpi mengalami kemajuan dalam hidupnya, tetapi kita tidak mau berubah, tidak bersedia membayar harga untuk mengalami perubahan itu.
Perubahan menghasilkan pertumbuhan yang terus menerus itu akan menghasilkan buah.
Buah akan mendatangkan kemuliaan. Banyak orang yang hidup tanpa ada cahaya kemuliaan karena terus-menerus gagal. Mungkin satu masalahnya yaitu terletak pada tidak kebersediaan untuk berubah.
Untuk sekilas ini sajah ya gan, saya akhiri kesimpulannya. Semoga bermanfaat dan sukses selalu....
Tidak kusangka 1 hari tidak menyapa kalian rasanya kaya punya utang numpuk pada kalian haha :D.
kini saya hadir kembali menyapa anda dengan membawakan ilmu pengetahuan yang akan saya sampaikan kepada anda gan.
okey langsung sajahlah gan tidak usah banyak ini,itu,apa segalalah hee.
Ga usah banyak panjang lebar langsung ajah yuuk saya akan bahas tentang dalam sebuah perubahan dalam diri sendiri yang menghasilkan buah.
Tapi bukan buah untuk dimakan ya gan hee :D, oke langsung sajah saya akan membahasnya.
Bertumbuh dan berbuah merupakan dua hal yang tidak akan terpisahkan. Bila kita tidak dapat bertumbuh dalam hal apapun bila kita tidak bersedia untuk berubah. Pertumbuhan itu sendiri adalah perubahan dari sekiyan bentuk kebentuk yang baru.
Suatu perubahan biasanya menurut bayaran yang tidak biasa, bahkan pula sering kali meninggalkan rasa sakit.
Seseorang anak yang ingin naik kelas bersedia belajar sungguh-sungguh. Apa lagi pada saat ingin menjelang ujian, ia harus belajar lebih dari porsi yang biasanya.
Itu semua adalah sebuah konsekuensi dari kemajuan yang diinginkannya. Seseorang atlet yang ingin meningkatkan kerirnya, menangkan kejujuran harus bersedia terus berlatih dengan keras. Semua ini harga dari perubahan yang diinginkannya.
Tidaklah pernah akan mungkin kalau tidak ada sebuah kemajuan apabila tidak ada sebuah perubahan.
Kita dapat belajar dari hewan yang satu ini yaitu kupu-kupu. Pada awalnya sih dia berwujud seperti telur yang menggantung, sesuatu yang tidak enak untuk dipandang.
Lalu dia menetas menjadi sebuah ulat yang sangat rakus dan selalu dimakan. Sampai pada akhirnya menjadi kepompong yang selalu mendiamkan diri.
Dari sanahlah dia menjadi kupu-kupu yang sangat indah dan bisa kita nikmati keindahannya.
Dalam perjalanan hidup kita pun harus seperti kupu-kupu, harus mengalami perubahan jika ingin hidup kita seperti kupu-kupu yang indah itu.
Tapi sayangnya, Banyak orang yang bermimpi mengalami kemajuan dalam hidupnya, tetapi kita tidak mau berubah, tidak bersedia membayar harga untuk mengalami perubahan itu.
Perubahan menghasilkan pertumbuhan yang terus menerus itu akan menghasilkan buah.
Buah akan mendatangkan kemuliaan. Banyak orang yang hidup tanpa ada cahaya kemuliaan karena terus-menerus gagal. Mungkin satu masalahnya yaitu terletak pada tidak kebersediaan untuk berubah.
Untuk sekilas ini sajah ya gan, saya akhiri kesimpulannya. Semoga bermanfaat dan sukses selalu....