Untuk mengalami kemenangan atau pun kebahagiaan dalam hidup, kita memerlukan hikmat. Dalam hal kerja keras dan pengetahuan sajah tidak mungkin cukup.
Kenapa harus demikian? Sebab dalam hikmat memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu yang tepat pada saatnya dengan cara yang cepat.
Sebagian banyak orang mengerti akan suatu hal yang harus dilakukan. Tetapi sayangnya terlambat.
Namun demikian sudah lewat momentumnya. Sedah tidak lagi memberi dampak.
Mereka bukan tidak mengetahui akan hal yang sebaiknya ia lakukan, hanya sajah mereka terlambat melakukannya.
Hikmat berbeda dengan pengetahuan. Dalam hal pengetahuan itu berisi informasi-informasi tentang hal maupun acara.
Sementara hikmat berisi keputusan untuk melakukan sesuatu pada suatu saat demikian dengan satu cara.
Hikmat merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang integrated pada saat yang tepat dengan cara yang tepat pula sehingga mebuahkan hasil yang sempurna dan maksimal.
Hanya Tuhanlah yang memberikan kita hikmat dan takut akan Tuhanlah pemulaan hikmat.
Mengartikannya, apabila kita ingin memiliki hikmat, hal terutama yang harus kita lakukan adalah bersandar diri kepada Tuhan.
Hidup yang sesuai dengan rencana dan kehendaknya. Namun selain itu, hikmat tinggal bersama-sama dengan kepandaian dan hanya ada dibibir orang yang mengerti.
Artinya, hanya orang yang rajinlah dalam mencari kepandaian dan pengertiaan yang akan menemukan hikmatnya.
Hikmat itu bukan untuk orang yang bermalas-malasan, melainkan untuk seseorang yang rajin. Dekatkanlah diri kepada Tuhan, kita akan menemukan sebuah hikmat yang amat sangat berharga untuk kita.
0 komentar:
Posting Komentar